
Kampar, Sumatrapena.com – Ikatan Keluarga Kenegerian Batu Sanggan (IKKB) sukses melaksanakan kegiatan baliak batobo yang diadakan pada tanggal 30 September hingga tanggal 1 Oktober 2023 di desa Batu Sanggan, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Acara baliak batobo kali ini dibuka langsung oleh PJ Bupati Kampar M. Firdaus, S.E, M.M. ditandai dengan “campak jalo partamo” oleh PJ Bupati Kampar. Dalam sambutannya PJ Bupati Kampar mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan acara baliak batobo yang digagas langsung oleh IKKB ini.
“Batu Sanggan memiliki potensi wisata alam yang Luar biasa, adat budaya serta alam yang asri dan indah ini harus di lestarikan sehingga bernilai ekonomi bagi masyarakat tempatan” tegasnya.
Salain itu PJ Bupati Kampar berkomitmen untuk, melanjutan pembangunan jalan interpretasi dalam APBD Perubahan 2023. “Jalan interpretasi akan dilanjutkan melalui Bantuan Keuangan masing-masing 200 juta untuk 9 desa di Kampar Kiri Hulu,” katanya.
Pernyataan ini disampaikan Firdaus dalam kunjungannya ke Desa Batu Sanggan Kecamatan Kampar Kiri Hulu untuk menghadiri tradisi menangkap (mancokau) ikan di Lubuk Larangan, Minggu (1/10/2023).
Sembilan desa itu terdiri dari Batu Sanggan, Tanjung Belit, Muara Bio, Tanjung Beringin, Gajah Bertalut, Aur Kuning, Terusan, Subayang Jaya, Pangkalan Serai. “Jadi, total anggarannya 1,8 miliar,” katanya.
Kegiatan baliak batobo tahun ini juga dihadiri oleh, Anggota DPRD Kampar Iib Nursaleh, Kadis PMD Lukmansyah Badoe, Kadis Kominfo dan Persandian Yuricho Efril,S.STP, Kadis Perindag Hambali, Kadis Perikanan Zulfahmi, Kalaksa BPBD Agustar, Dirut Petrilium Riau Antoni Satria, Camat Kampar Kiri Hulu Firdaus, Camat Gunung Sahilan Musnaini, Camat Kampar Kiri Marjanis, Ketua IKB Batu Sanggan Muskarbed.
Muskarbed selaku ketua IKKB menyampaikan, acara Baliak Batobo ini merupakan bentuk pelestarian adat budaya serta kegiatan pulang kampung bersama sekaligus melaksanakan kegiatan syukuran tahunan dan menangkap ikan lubuk larangan (panen ikan). kegiatan ini rutin digelar oleh ikatan keluarga desa Batu Sanggan setiap satu kali tiga tahun, kedepanya kegiatan ini hendaknya bisa dijadikan kalender Iven wisata daerah.
“Kita berharap melalui acara baliak batobo ini bisa mempererat silaturahmi, acara balaik batobo ini sifatnya kekeluargaan. Dan tak lupa kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Batu Sanggan, warga tempatan maupun yang di perantauan agar ikut berperan dan terlibat langsung dalam melestarikan dan mengembangkan adat budaya sehingga meningkatkan potensi sumber daya yang ada untuk menunjang perekonomian dari sektor non pertanian,” ujar Muskarbed.
Dikesempatan yang sama Dasril ependi selaku tokoh masyarakat Kampar kiri menyampaikan acara ini hendaknya bisa merekonstruksi kembali nilai-nilai budaya yang ada kemudian bernilai ekonomi bagi masyarakat tempatan terutama di bidang
1. Akses tranportasi
2. Akses ekonomi
3. Pendidikan yang layak
“Kita berharap acara ini tidak sekedar romantisme bernostalgia belaka acara ini juga bisa kita jadikan momentum mencari resolusi melestarikan membangun mengembangkan sumber daya dan potensi alam untuk keberlangsungan generasi selanjutnya yang ada di Batu Sanggan,” pungkasnya.
Perlu diketahui juga bahwa Batu Sanggan merupakan salah satu desa tertua yang berada di kecamatan Kampar Kiri Hulu, kurang lebih satu jam perjalanan dari desa gema menggunakan pighau (sampan) jalur air.
Batu Sanggan terletak di jantung kawasan suaka margasatwa Bukit Rimbang Baling. Pemukiman yang telah dihuni jauh sebelum Indonesia merdeka ini belum tersentuh oleh pembangunan infrastruktur jalan, listrik, jaringan telekomunikasi karena status kawasan yang katanya suaka margasatwa.
S/p: isar